kata pertama



Salam,
Ini tinta pertamaku, kisah pijakan kaki pertamaku menuju ke dunia menulis dan berkisah. Hmm semangatku untuk pena, kobaran ku untuk karya. Dan inilah aku, dengan penuh kekurangan, mencoba untuk belajar. Sedikit demi sedikit, aku mencoba menorehkan tinta sejarahku dalam tulisan ini. 

Aku adalah pemuda pelajar yang duduk dibangku perkuliahan 1 semester lalu. Betapa tubuhku masih berlumur air ketuban kisah SMA, hmm. Aku dalam (kurang lebih) 8 semester kedepan akan bergelut dengan Hukum (dan juga buku), ruang persidangan, praktikum mediasi dengan client ayah, berguru pada notaris, hingga berteman dengan kopi hingga larut malam. And, I am fine. Cause I like this.
 
Law in my mind adalah ‘serentetan’ hal yang menjadi paku bumi hidupnya manusia di dunia. Basicly, hukum itu adalah aturan mainnya Tuhan agar manusia ‘ngikut’ alurnya Tuhan, hmm. Dan hakim, is the representative of the god on earth. Betapa konsep yang sederhana, ketika kita belajar hukum, maka secara otomatis kita belajar bagaimana caranya menjadi Tuhan yang baik. Hmm, sepertinya ini perlu kita diskusikan.
 
Kembali ke pena,
Tuhan memberiku langkah menuju jalan (yang semoga ini benar). Aku masuk kedalam organisasi eksternal kampus. Muslim Students' Association, Himpunan Mahasiswa Islam. Aku selalu ingat apa yang dikatakan ayah, “segalanya adalah musuh, hingga ada kata salam dan berjabat tangan, maka itu pertanda teman. Maka berhati-hatilah ketika hidup.” Aku bukan menganggap ia (HMI) sebagai musuh, namun aku hanya perlu sedikit jarak sebelum berjabat tangan dan bersalam dengannya. Dan semoga ini benar.

Komentar